Salah satu bentuk penyimpangan seksual atau "Sexual Deviation" ialah "Homoseksualitas". Bentuk penyimpangan ini adalah yang paling banyak dan sering dijumpai disamping bentuk-bentuk penyimpangan lain misalnya sadisme, voyeurisme dsb. Pelbagai faktor yang amat kompleks, faktor fisik (organobiologik), faktor psikologi kepribadian dan sosial kultural menjadikan seseorang individu itu mengalami penyimpangan di bidang perkembangan seksualnya, atau yang lebih mendalam lagi penyimpangan dalam bidang psikoseksual.
Masalah homoseksualitas itu tidak saja merupakan problem bagi individu yang bersangkutan, tetapi juga merupakan masalah sosial sebagaimana sedang dihadapi oleh negara-negara Barat misalnya Inggris dan Amerika Serikat. Sehubungan dengan hal di atas perlu kiranya direnungkan apa yang oleh Kusumanto pernah diutarakan dalam papernya "Homosexuality", bahwa apakah benar “people of the highest cultural standard are found to be homosexual” ? Tulisan ini saya susun berdasarkan pengalaman dengan beberapa pasien bangsa Indonesia sehubungan dengan penyimpangan psikoseksual yang sedang dialaminya.
Sebagai pendahuluan akan dikemukalan pengertian homoseksualitas itu, agar dapat dibedakan homoseksualitas sebagai tindakan (kelakuan) hubungan seks sejenis, dan homoseksualitas dajuam arti kepribadian individu yang bersangkutan memang seorang homoseks.
Kusumanto mengemukakan definisi sebagai berikut : “homosexuality can be defined as the love and sexual attraction to persons of one's own sex.”
(bersambung)
No comments:
Post a Comment